Perbedaan KPR Syariah dan Konvensional

Mengajukan kredit memang membutuhkan pertimbangan yang matang. Banyak masyarakat yang bimbang dan bingung dalam menentukannya. Apalagi bagi anda yang ingin melakukan kredit jangka panjang layaknya kredit Kendaraan bermotor (KKB) atau Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Belum lagi yang masih memperhitungkan masalah pemilihan system. Misalnya bagi yang ingin melakukan KPR. Anda memperhitungkan ingin KPR syariah atau yang konvensional. Kalau anda mengalami kebingungan yang semacam ini, temukan solusinya di sini.

Perbedaan yang paling mendasar dari KPR syariah dan konvensional ialah prosedur dalam transaksi. Perhitungan transaksi tersebut sangat berkaitan dengan yang namanya bunga. Secara umum yang membedakan KPR syariah dan konvensional bisa dibagi menjadi beberapa poin. Mulai dari bunga yang bisa naik dan bisa turun dalam system konvensional karena merupakan kebijakan dari bank. Sedangkan KPR syariah yang dipergunakan prinsip jual beli sehingga dalam system ini tidak mengenal yang namanya bunga. Jadi anda tidak akan mendapatkan denda ketika telat dalam melakukan pembayaran. Namun, pada dasarnya tidak jauh berbeda kedua system tersebut. Ingin memilih yang mana, itu tergantung keinginan dari anda yang mengajukan kredit.

Berkaitan dengan bunga ini, maka sangat penting bagi anda untuk memahami perhitungan rumus anuitas. Ini merupakan uang pembayaran yang jumlahnya sama dalam waktu atau periode tertentu. Pada prinsipnya ini menyerupai bunga efektif, meskipun ada perbedaan yang bisa dilihat dari angsuran bulanannya. Kalau anda bingung dengan anuitas ini. Maka ada baiknya anda melihat perhitungan anuitas, sebagai jalan dalam menjadikan anda paham. Banyak orang yang menyepelekan masalah ini, padahal anda harus paham ketika melakukan KPR.

Tujuannya tidak lain agar anda memahami bunga dari cicilan anda. Sehingga anda tidak akan kaget kalau kemudian melihat jumlah bunga yang akan anda peroleh dalam periode tertentu. Cara agar anda paham dengan baik mengenai hitungan bunga anuitas ini, cobalah untuk menggunakan rumus sederhana ini. Agar anda mudah paham, akan diberikan gambaran secara singkat. Dimana anda misalnya meminjam uang dengan nominal 10 juta di sebuah bank. Kemudian bunga yang anda dapatkan 2 persen, dan itu dalam jangka hitungan anuitas periode 3 tahun. Nah, dari hal tersebut anda bisa menemukan berapa bunga yang harus anda bayarkan. Di mana anda akan membayarkan cicilan setiap bulannya sekitar 400 ribu. Rumus untuk mendapatkannya anda bisa mencarinya dengan mudah diberbagai situs.

Jadi anuitas merupakan sebuah model dalam perhitungan bunga. Tidak hanya menggunakan model itu saja, cara perhitungan itu tergantung tempat anda mengajukan pinjaman kredit. Setidaknya ada 3 hal perhitungan bunga yang sebaiknya anda mengerti. Selain anuitas tadi ada efektif dan juga flat rate yang harus anda mengerti juga. Kalau anda ingin mendapatkan bunga yang tidak terlalu besar, maka pahami tadi, sehingga anda bisa menentukan tempat mana yang akan memberikan anda pinjaman dengan jumlah bunga rendah.

Jangan sungkan untuk membuat perbandingan untuk melihat jumlah bunga yang akan anda bayarkan nantinya. Nah, kalau anda ingin lebih aman yang gunakan saja KPR syariah. Anda tidak akan mendapatkan bunga dengan sistem tersebut, karena cara kerja yang dipakai sama dengan jual beli. Demikian informasi singkat yang bisa diberikan kepada anda. Dengan kehadiran tulisan dari modalkita.com ini bisa membantu anda menemukan KPR yang tepat dan sesuai dengan kapasitas keuangan anda.

shares